Tangis?
Malam ini, rasanya aku ingin mengeluarkan semua rasa yang kupendam beberapa waktu belakang bersamaan dengan jatuhnya air mata yang tanpa kusadari membasahi pipi. Aku tidak benar-benar tahu apa sebenarnya yang sedang kurasakan saat ini, yang kutahu, aku hanya ingin menangis, menangis, dan menangis. Tanpa dibersamai seorangpun, tenang rasanya, tapi aku tak mau berlagak sok tegar, aku kesepian? Ya, itu yang kurasa. Tidak mau bercerita pada orang lain? Sayangnya, aku bukan tipe orang yang dapat dengan leganya menceritakan apa yang kurasa pada mereka. Caraku, aku berdiam, ditemani dengan pikiran-pikiran yang terus menari bebas dalam otakku, lalu pada akhirnya, aku menangis. Kepada Engkau Yang Maha Baik, terima kasih telah membersamaiku, aku tahu aku lemah, aku tak berdaya, dan aku bukanlah siapa-siapa tanpa Engkau. Oleh sebab itu, pintaku satu, kuatkanlah aku. Jakarta, 16 Maret 2022 -dari aku yang sedang bersahabat dengan rasa