KORELASI ANTARA SISTEM IMUN DENGAN
WABAH COVID-19,
(06/05/2020)
Gambar : Penampakan COVID-19 yang telah diperbesar (covid19.kemenkes.go.id)
|
B
|
erita yang kini
kian merebak, baik di dalam negeri maupun di luar negeri tidak lain dan tidak
bukan adalah mengenai wabah COVID-19. Kini, COVID-19 telah menyerang banyak
orang di dunia. Di Indoesia khususnya, per tanggal 6 Mei 2020 tercatat sebanyak
12.071 orang terkonfirmasi positif mengidap COVID-19, 2.197 orang dinyatakan
sembuh, dan 872 orang meninggal dunia.
Berdasarkan data
tersebut, sistem imunitas (kekebalan tubuh) yang ada pada diri tiap individu
memiliki peranan yang amat penting. Apabila pada diri kita memiliki sistem imun
yang baik, maka akan ada peluang besar untuk sembuh atau bahkan kita bisa sama
sekali tidak terpapar COVID-19. Namun sebaliknya, jika kita memiliki imunitas
tubuh yang rendah ditambah dengan faktor usia dan penyakit bawaan, maka hal
tersebut dapat membuat diri kita mudah terpapar COVID-19 hingga bisa sampai
menyebabkan kematian.
Mengapa hal demikian
dapat terjadi?. Sebenarnya, terdapat korelasi yang begitu penting antara
imunitas tubuh dengan wabah COVID-19. Berdasarkan fakta yang terjadi, sebagian
besar kematian yang berhubungan dengan virus corona disebabkan oleh sistem
kekebalan tubuh yang rusak, bukan kerusakan sel yang disebabkan oleh virus itu
sendiri.
Sistem imun diperlukan
agar dapat mencegah virus mereplikasi diri semakin banyak sehingga respon adaptif
dari system imun masih memiliki cukup
waktu untuk bekerja sebelum infeksi menjadi tak dapat terkendali. Respon
kekebalan adaptif terdiri dari antibodi spesifik virus dan sel T yang memiliki
fungsi untuk mengenali virus sehingga
bisa lebih cepat mematikannya. Antibodi ini pula yang berguna untuk memberi
kekebalan tubuh dan perlindungan.
Namun, dalam kodisi
yang berbeda pada beberapa orang, karena kekebalan tubuh yang lemah, virus
telah berhasil mereplikasi dan menyebar dengan begitu cepat sehingga sistem
kekebalan tubuh yang dimilikinya tidak sempat untuk mengendalikannya.
Sistem kekebalan yang semakin melemah
kemudian bisa mengakibatkan respon interferon (protein
yang dibuat oleh berbagai sel dari sistem kekebalan tubuh, termasuk sel darah
putih) awal yang melemah atau terlambatnya antibodi dalam memberikan respon.
Gambar : rontgen
dada dari salah satu korban virus corona di Wuhan menunjukkan
kelainan ground glass opacity. (www.rsna.org)
Saat ini hal terbaik yang sama-sama dapat kita lakukan
dalam menjaga imunitas tubuh adalah dengan melakukan beberapa hal diantaranya :
1.
Cukup tidur
Tidur memiliki
hubungan yang sangat erat dengan sistem imun. Tidur yang cukup menjadi salah
satu cara agar regulasi sistem imun tetap terjaga.
2. Konsumsi makanan sehat
|
Sumber
:
halodoc.com
|
3. Rajin berolah raga meskipun di rumah
Kita bisa
melakukan olah raga ringan selam di rumah, seperti yoga. Jika kita rajin
berolah raga maka tubuh akan bugar system imun tubuh menjadi baik.
4. Berhenti merokok
Orang yang
merokok justru memiliki resiko lebih tinggi terhadap COVID-19, hal tersebut
karena rokok dapat mengganggu berbagai system imun pada diri kita, seperti sel
CD4+, sel T-helper, sel limfosit B, dan sel limfosit T memori.
5. Mengonsumsi air mineral yang cukup
Dengan
mengonsumsi air yang cukup maka kebutuhan akan tubuh kita menjadi
terpenuhi, sehingga tubuh tidak menjadi lemasa dan daya tahan tubuh tetap baik.
Referensi :
Buku Paket Biologi Erlangga Kelas XI kurikulum 2013
Revisi