Masihkah sama?

Hari itu, rasanya adalah satu waktu yang mengubah hidupku bahkan sampai saat ini. Apa yang terlihat saat itu memang membuat hancur siapa saja yang menyaksikan. Ibarat cermin, rasanya sudah hancur berkeping-keping bahkan tak berupa lagi. Pun dirangkai kembali, bekas retakan itu takan pernah tersamarkan. 

Saat itu, terbesit rasa ingin menyerah, tapi atas dasar apa aku masih bertahan? Semua, atas dasar hati yang membuatku masih bertahan. Rasa asing yang melanda, kesendirian tanpa ditemani, berdiri di atas kaki juga rasanya tak bisa. 

Aku bertahan sebab cinta, walau pahit. Yakinku satu, ada masa di mana semua akan jauh lebih baik, semuanya akan dapat dirangkul, dan bahagia itu akan datang.

Maafkan aku yang pernah menorehkan luka itu, tapi kupastikan hormat dan patuhku takkan pernah luntur sedikit pun.

2/10/22

Postingan populer dari blog ini

Kembali

MASA KEDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA